Text
Analisis arah kebijakan luar negeri Vietnam sebagai respon terhadap rivalitas konflik perang tarif Amerika Serikat-China
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan Vietnam menunjukan sikap adaptif tersebut dalam merespon Trade diversion akibat dari rivalitas perang tarif antara AS dan China. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data sekunder dan literatur akademik., dokumen resmi, dan publikasi lembaga internasional. Data analisis menggunakan model Miles dan Huberman, mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk melihat pola arah kebijakan luar negeri Vietnam. Penelitian ini menggunakan Foreign Policy Analysis dengan model Adaptove Behavior James N. Rosenau, yang menjelaskan kebijakan luar neegeri sebagai respon negara terhadap tenakanan lingkungan eksternal dan domestik melalui tiga variabel: external factors, internal factors, dam leadership roles. Dari analisis ketiga variabel tersebut, Vietnam dikategorikan berada dalam tipe adaptasi deliberative, yakni kondisi di mana tekanan eksternal berada pada tingkat tinggi akibat trade diversion dan relokasi rantai pasok, sementara lingkungan domestik relatif stabil dan terkendali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vietnam merespon trade diversion melalui tiga strategi adaptif. Pertama, penguatan regulasi domestik sebagai internal coherence strategy, yang diwujudkan melalui penerbitan Decision No. 824/QD-TTg (2019) dan Resolution No. 119/NQ-CP (2019) untuk mencegah origin fraud dam illegal transshipment, serta Decree No. 31/2021 untuk memberikan kepastian hukum bagi investor asing. Kedua, koalisi multilateral sebagai strategi banding together, yang direalisasikan melalui ratifikasi CPTPP dan RCEP. Ketiga, konstruksi identitas simbolis sebagai Middle Power Diplomacy (MDP), di mana Vietnam secara aktif memproyeksikan diri sebagai middle power yang tidak berpihak melalui prinsip bamboo diplomacy, kepemimpinan ASEAN pada tahun 2020, serta peningkatan hubungan diplomatik dengan AS ke level Comprehensive Strategic Partnership pada tahun 2023. Sikap adaptif ini bukan sekadar respon reaktif terhadap tekanan eksternal, melainkan berakar pasda kesadaran domestik yang telah terbentuk sejak reformasi Doi Moi, yakni komitmen terhadap modernisasi ekonomi, keterbukaan perdagangan, dan integrasi global.
Tidak tersedia versi lain